Cara Unik Membayar Sebuah Loyalitas

Kisah Dr. APJ Abdul KalamTIPSWIRAUSAHA.COM – Di sebuah laboratorium Iptek di Thumba, India, sekitar 70 ilmuwan bekerja keras setiap hari.

Masing-masing menekuni tugasnya dibawah tuntutan kualitas serta akurasi perhitungan dari sang bos. Meski demikian mereka tetap tekun dan setia kepada pekerjaannya.

Suatu siang seorang ilmuwan menghadap sang bos.

“Pak, saya telah berjanji kepada anak-anak saya untuk mengantar mereka menonton sirkus malam ini. Mohon izin saya pulang pukul 17.30”.

“Baiklah,” jawab sang Bos.

Si ilmuwan kembali ke tempat kerja. Dikenal sebagai pekerja yang rajin, biasanya ilmuwan tersebut tak pernah pulang sebelum tugasnya selesai. Nah, lantaran terlalu berkonsentrasi pada tugasnya ia tersadar telah pukul 19.00. Ia kaget setengah mati, teringat janjinya pada anaknya.

Bergegas ia pamit, namun dilihatnya si bos tak lagi di kantor. Ia pun pulang dengan menyimpan rasa bersalah. Sesampainya di rumah anak-anaknya tidak ada. Istrinya justru asik membaca novel. Tanpa memperdulikan perasaan sang suami, istrinya malah menawarkan kopi.

“Aku tak ingin kopi, Ma. Di mana anak-anak? ” tanya sang suami khawatir bercampur rasa bersalah.

“Lho emangnya Papa tidak tahu? Pukul 17.15 tadi bos Papa datang kemari dan membawa anak-anak pergi menonton sirkus,” jawab sang istri dengan santainya.

Itulah yang terjadi. Tindakan bos yang tidak terduga itu membuat sang ilmuwan sangat terkesan. Siapakah si Bos tersebut? Dialah Dr. APJ Abdul Kalam, mantan presiden India, yang berada di balik kesuksesan program senjata nuklir India. Tokoh ini punya cara unik membayar loyalitas para karyawannya.

(Sumber : Ide Bisnis Edisi 02/ Juli 2010)