Tips Membangun Budaya Perusahaan ala Zappos

Tips Membangun Budaya Perusahaan ala ZapposTIPSWIRAUSAHA.COM – Banyak pemimpin perusahaan yang berupaya membedah kekuasaan ritel online Zappos ketika mempelajari kekuatan budaya perusahaan. Ritel online yang satu ini tumbuh menjadi perusahaan multi miliar dolar karena reputasi dan kekuatan personal uniknya.

Namun, ketika membedah keseluruhan struktur bisnis Zappos, perusahaan ini sebenarnya tak lebih dari sekedar riteler online yang mempekerjakan seratusan karyawan call center (bukan sebuah cerita yang menarik sebetulnya).

Adalah Tony Hsieh yang berada di balik pengembangan budaya Zappos, dan memutar balik pemikiran perusahaan bergaya robot menjadi lebih manusiawi, seperti sepenuhnya melibatkan karyawan dan pelayanan konsumen.

Saat ini, banyak budaya perusahaan yang sukses di dalam industrinya masing-masing dengan memasukkan kesenangan alami dan energi pada setiap karyawannya atau peggunanya, seperti perusahaan terdepan teknologi Google dan Facebook atau industri riteler seperti Patagonia. Tapi, apa yang membuat Zappos sangat luar biasa adalah bagian pekerjaan call center-nya dan pengiriman barang yang singkat, menjadikannya menjadi pembicaraan.

Zappos membuat peta jalan untuk membangun budaya perusahaan di industri-nya tanpa reputasi untuk sekedar kesenangan atau inovasi. Berikut adalah beberapa tips ala Zappos yang bisa Anda terapkan pada sektor bisnis Anda, dilansir Enterpreneur.com.

Tulis riwayat perusahaan

Mulailah dari tujuan akhir Anda. Tulis semua tentang apa yang ingin dikenal dari perusahaan Anda. Hal ini akan lebih menjabarkan visi perusahaan Anda dalam beberapa waktu ke depan.

Anda bisa memulai dari proses mengkodefikasi apa yang Anda anggap penting. Cara ini juga akan meletakkan tujuan Anda pada peta perjalanan perusahaan, dan Anda pun tahu kemana akan pergi.

Bangun nilai inti

Cobalah untuk mengembangkan nilai-nilai inti untuk menuju target Anda. Buatlah daftar antara 4-5 nilai inti perusahaan, menggunakan tak lebih dari 9-10 kata seluruhnya. Kuncinya adalah untuk membuat nilai-nilai perusahaan mudah diingat. Jangan lupa untuk menyematkan nilai inti saat harus menghadapi kegagalan.

Pastikan daftar nilai inti anda tetap pendek, manis, dan mudah diingat bagi seluruh karyawan. Nilai-nilai tersebut tidak berhubungan dengan produk atau pelayanan, tapi pada kepribadian perusahaan, etika, dan visi. Dan nilai-nilai ini tak akan pernah berubah sekalipun struktur organisasi berubah atau adopsi merk produk yang berbeda.

Wujudkan mimpi

Menciptakan nilai inti adalah langkah awal. Banyak perusahaan dengan budaya perusahaan minim berupaya meletakkan nilai-nilai inti tersebut pada dinding atau situs jejaring mereka. Apa yang membuat perusahaan Anda beda adalah bagaimana nilai inti bisa diintegrasikan pada setiap segi operasinya.

Selalu ingatkan staf Anda mengenai nilai-nilai itu saat pembekalan tim. Selalu gunakan nilai inti sebagai dasar penilaian dan evaluasi atau saat mengambil keputusan. Jika segalanya sudah berjalan baik, maka nilai inti itu akan secara langsung memimpin tim sekaligus jadi panduan tanpa harus ada lagi instruksi atau campur tangan seorang bos.

Gunakan perangkat lunak

Ketika seseorang berpikir tentang budaya perusahaan, maka mereka pun akan berpikir tentang pengembangan tim, namun budaya kebutuhan yang dilakukan dari hari ke hari dengan penguatan. Maka, Anda pun akan membutuhkan sistem perangkat lunak untuk membangun, menumbuhkan, dan memelihara budaya perusahaan.

Sistem perangkat lunak yang berupa teknologi biasanya akan lebih mudah mengatur dan memantau setiap pekerjaan karyawan dan penghargaan yang layak didapat, selain itu juga mempermudah komunikasi dengan jajaran manajer atau eksekutif ketika terjadi suatu masalah di perusahaan. Mintalah saran ahli teknologi mengenai sistem seperti apa yang pas diterapkan perusahaan Anda.

(photo: mikekerr.com)