6 Tips Membangun Bisnis Anti Bangkrut

6 Tips Membangun Bisnis Anti BangkrutTIPSWIRAUSAHA.COM – Kita mungkin sering mendengar kisah Cinderella dalam dunia kewirausahaan, di mana banyak pengusaha yang mampu meraih sukses di luar bayangan mereka.

Tentu dibutuhkan keberanian untuk membangun produk yang mempesona, belajar kebijakan harga, dan bahkan mereka mampu menjual bisnis kepada investor dengan cara yang sangat menginspirasi.

Beberapa di antaranya membutuhkan waktu hingga puluhan tahun untuk menggapai tujuan mereka, dan sebagian lagi bahkan hanya membutuhkan waktu relatif singkat!

Berdasarkan banyak kisah dan pengalaman, sifat suka menunda-nunda dan keraguan dalam diri menjadi pembunuh utama kesuksesan seseorang. Padahal, dalam membangun bisnis,  memulai menjalankan ide adalah kuncinya.

Berikut adalah beberapa ide dan tips untuk membangun, menumbuhkan, dan menjual bisnis Anda seperti dirangkum dari Inc.com.

Bangun fondasi kuat

Mana hal yang lebih buruk selain menaruh seluruh telur Anda pada satu keranjang dibanding menaruh seluruh telur Anda di keranjang orang lain? Struktur bisnis bisa menjadi dasar yang kuat atau bahkan melemahkan. Jika Anda benar-benar menginginkan membangun bisnis berkelanjutkan di tahun-tahun mendatang, maka lebih baik jika Anda berpijak pada fondasi yang kuat.

Jika saat ini Anda menjadi pemasar produk orang lain, pernahkah Anda berpikir jika pemasok Anda berhenti operasi? Menjadi reseller atau afiliasi dan semacamnya memang cara yang baik untuk melakukan tes pasar sebelum Anda benar-benar terjun ke bisnis, namun bukan cara terbaik untuk menumbuhkan bisnis yang besar.

Brand menakjubkan

Ketika pertama kali melihat pasar yang ingin dimasuki, mungkin Anda akan melihat kebanyakan kompetitor lemah dalam hal branding. Yang perlu Anda lakukan adalah menciptakan brand, bukan ‘perusahaan’ atau ‘jasa’. Buat kesan pertama dan biarkan konsumen Anda merasakan pengalaman yang menakjubkan.

Mulailah untuk memilih nama domain, logo, dan warna. Steve Jobs merupakan orang yang  sangat percaya pada branding. Jobs percaya jika sangat penting sebuah brand direpresentasikan seperti halnya kafe kopi di seluruh dunia, yakni dengan meletakkan logo yang tepat di mana semua orang dapat melihatnya.

Target pasar

Banyak pengusaha membangun bisnis yang sukses pada apa yang mereka sukai dan mendapat peluang sekaligus audiens untuk menghasilkan keuntungan. Namun, mengetahui dan memilih target pasar adalah hal paling penting.

Tanyakan pada diri Anda, apakah produk atau layanan Anda telah menjawab permasalahan target pasar  atau membuat hidup mereka lebih baik? Apa hal yang sesungguhnya calon konsumen Anda inginkan?

Layanan konsumen

Percaya atau tidak, dalam lubuk hati, konsumen akan mengingat SIAPA anda, sebelum mereka mengingat APA yang anda lakukan. Ikatan ini akan masuk dalam brand Anda, dan terepresentasikan pada cara Anda menjawab berbagai hal lewat email, sosial media, blog, dan paling penting layanan bantuan konsumen.

Cara Anda berinteraksi dengan konsumen yang membeli produk Anda yang akan membuat perbedaan. Seberapa peduli dan cara Anda memperlakukan konsumen akan menentukan apakah orang menyukai atau tidak pada brand Anda.

Kemitraan strategis

Kemitraan adalah salah kunci penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Dalam banyak hal ini adalah siapa Anda dan bagaimana Anda membangun hubungan dengan banyak pihak. Jika Anda memiliki rekan bisnis, ingatlah juga jika perpecahan sangat mungkin terjadi, terutama saat masih di awal perkembangan bisnis.

Kemitraan dapat melengkapi keahlian masing-masing, namun memantapkan visi dan nilai bersama-sama akan menjadi hal terbaik untuk tetap bertahan.

Buat peta jalan

Bermimpilah dan tuliskan semuanya! Bagaimana Anda melihat bisnis Anda dalam 1,2 atau 5 tahun mendatang? Anda pun harus memikirkan segala kemungkinan di masa depan, misalnya Anda ingin ada investor yang terlibat untuk mendanai atau mengembangkan bisnis yang telah dirintis ke depan, maka peta jalan yang dibuat akan menunjukkan kemungkinan masa depan bisnis di bidang tersebut.

Peta jalan bisnis juga akan memberi kepercayaan pada calon investor untuk kepentingan pengembangan di masa mendatang.

(photo: www.sozonet.com)