9 Aturan Komunikasi Sederhana untuk Sukses

9 Aturan Komunikasi Sederhana untuk SuksesTIPSWIRAUSAHA.COM – Komunikasi yang efektif sangat penting dalam bisnis. Kita tidak hanya ingin mengirim pesan pemasaran yang jelas kepada pelanggan – dan calon pelanggan – tetapi kita perlu memastikan bahwa kita membangun dan memelihara jalur komunikasi yang jelas dengan anggota tim.

Meskipun sebagian besar pemimpin mengetahui pentingnya komunikasi bagi keberhasilan organisasi, karyawan, dan diri mereka sendiri, sejumlah pemimpin secara mengejutkan gagal dalam keterampilan penting ini. Menurut survei terbaru oleh Manpower and DDI, hanya 10 persen dari para pemimpin garis depan yang efektif menyampaikan ekspektasi kinerja, dan memfasilitasi kesepakatan yang jelas untuk langkah-langkah selanjutnya.

Hal ini merupakan masalah.

Menurut Dr. Loretta Malandro, pendiri dan CEO Malandro Consulting Group, dan penulis buku Speak Up, Show Up, and Stand Out, menjadi komunikator yang kuat dimungkinkan dengan mengikuti 9 aturan penting.

Aturan 1: Jadi 100%  bertanggungjawab dalam setiap situasi

Identifikasi kebiasaan komunikasi yang buruk dari diri Anda (ya, kita semua memilikinya!), akui bahwa Anda terlibat di dalamnya, dan kemudian ganti dengan kebiasaan yang efektif.

Sebagai contoh, jika Anda memiliki kebiasaan bermain dengan smartphone Anda ketika anggota tim Anda datang kepada Anda dengan pertanyaan-pertanyaan, berperilakulah, dan kemudian mengubahnya – dengan meletakkan smartphone ketika Anda sedang berbicara dengan orang lain dalam bisnis Anda.

Aturan 2: Cek interpretasi Anda, hadapi asumsi Anda

Sangat mudah untuk berpikir bahwa kita sedang produktif saat sebenarnya tidak. Terlalu banyak rapat adalah pemborosan waktu, dan banyaknya email masuk dapat dengan cepat mengubur.

Pahami bahwa meeting yang berlangsung lebih lama belum tentu lebih baik, bahwa respon cepat ke beberapa pesan email belum tentu jawaban terbaik, dan bahwa metode pilihan komunikasi Anda mungkin tidak bekerja untuk orang lain.

Aturan 3: Buat ekspektasi yang jelas, jangan mengharapkan orang lain untuk membaca pikiran Anda

Orang tidak dapat membaca pikiran Anda, dan Anda tidak dapat mengharapkan mereka untuk mengetahui apa harapan Anda jika Anda tidak berkomunikasi dengan jelas dan sering. Komunikasikan semuanya, dan karyawan Anda akan jauh lebih efektif dan produktif.

Aturan 4: Buat kemitraan positif, hentikan pembicaraan negatif

Alih-alih menghancurkan, doronglah karyawan Anda. Ketika Anda mendengar karyawan dan pelanggan mengeluh tentang sesuatu, mungkin ada alasan untuk itu.

Check it out, ciptakan kemitraan positif dengan orang-orang dan pelanggan, dan kemudian bekerja sama untuk mengembangkan solusi yang bertahan lama.

Aturan 5: Bicaralah, berhenti menahan diri

Ketika Anda berbicara, Anda akan membangun rasa percaya diri Anda, yang akan memungkinkan diri Anda untuk menjadi agen perubahan yang kuat dan lebih efektif. Ketika Anda berhenti menahan diri, Anda akan menjadi lebih berpengaruh dan memiliki efek nyata pada organisasi, dan pada karyawan serta pelanggan Anda.

Aturan 6: Lakukan atau tidak, bersikap tegaslah!

Biarkan diri Anda dikenal sebagai seseorang yang berkomunikasi dengan cara yang jujur dan langsung. Meskipun Anda tidak ingin terkesan kejam, Anda akan jauh lebih efektif bila Anda “mengatakan apa adanya,” bukan berbelit-belit dan berdalih.

Aturan 7: Selesaikan masalah, jangan menyalahkan atau mencari-cari alasan

Alih-alih mencari seseorang untuk disalahkan atas kesalahan atau masalah, fokuslah untuk mencari solusi.

Aturan 8: Cepat bangkit dan menjadi lebih kuat, berhenti membela diri

Kita semua membuat kesalahan – itu merupakan anugerah dalam hidup dan dalam bisnis. Namun, ketika kita bersikap defensif terhadap segalanya, maka kita tidak akan bergerak maju. Mengakui kesalahan, belajar dari mereka, kemudian bangkit kembali dan coba lagi.

Aturan 9: Teliti, hindari perangkap kata yang menggelincirkan Anda

Bagaimana Anda mengatakan hal-hal yang sering sama pentingnya dengan apa yang Anda katakan. Menggunakan generalisasi (“SEMUA pelanggan kami membenci gagasan itu.”), Depersonalisasi pesan( menggunakan “Kami” bukannya “Saya” atau “Kamu.”), Pelunakan pesan (mengatakan “Saya kira,” atau “Saya berharap.”), dan perangkap kata lain dapat menggagalkan komunikasi Anda. Hindari!