9 Tips Tingkatkan Audiens di Media Sosial

9 Tips Tingkatkan Audiens di Media SosialTIPSWIRAUSAHA.COM – Saat ini, aplikasi media sosial, seperti Twitter, Facebook, Instagram, Pinterest tak hanya dijadikan jejaring pertemanan saja, namun juga dimanfaatkan sebagian orang untuk mengembangkan bisnis.

Untuk bisa memperoleh penjualan yang maksimal, tentu saja Anda harus memiliki jumlah follower yang banyak dan aktif sesuai target pasar. Maka itu, langkah pertama untuk sukses menjalankan bisnis di sosial media adalah membangun audiensi untuk menghasilkan angka penjualan.

Berikut adalah beberapa tips dan hal untuk meningkatkan audiens di media sosial Anda, dilansir dari Socialbakers.com:

Setiap media sosial unik

Satu hal yang harus anda pahami adalah, setiap media sosial memiliki karakteristik yang berbeda dan unik. Memperlakukan follower Twitter Anda seperti halnya fans di Facebook agaknya sedikit menjadi masalah. Tak ada yang memasang follower Twitter seloyal para anggota di Facebook.

Aplikasi Twitter hanya memasang target 140 karakter setiap kiriman, dan ini berbeda dengan Facebook. Coba Anda tes konten semacam apa yang cocok dengan tipe media sosial yang akan digunakan (foto, teks, link, dan video) dan identifikasi antara pesan yang ingin disampaikan perusahaan dan keunikan dari masing-masing platform media sosial.

Kurangi penjualan langsung

Dalam media sosial, kurangi juga penjualan langsung (hard selling) terlalu sering lantaran dinilai akan mengganggu. Pada 14 November 2014, Facebook secara resmi mengumumkan, “terlalu banyak postingan bersifat promosi, akan mengurangi minat pengguna atau audiensi Anda”.

Maksud dari pengumuman Facebook tersebut artinya tak ada satu orang pun yang sebetulnya peduli pesan pemasaran perusahaan, selain diri Anda sendiri. Anda perlu lebih membagikan konten-konten yang lebih bermanfaat bagi audiens atau follower Anda.

Respon konsumen Anda

Pertanyaan tentang brand hampir mendekati 22 juta pada tahun 2014 lalu. Brand yang responsif mendapat 3,5 kali lebih banyak interaksi dibandingkan yang tidak responsif. Merespon di hadapan publik atas postingan yang dikirim oleh pengguna sosial media akan menunjukkan bagi follower Anda yang lain bagaimana Anda menyediakan bantuan terbaik atas persoalan mereka sebagai pengguna brand Anda.

Alokasi anggaran

Banyak brand yang berupaya membuat strategi promosi efektif, yang mungkin tak semua akan mendatangkan keuntungan. Alokasikan anggaran untuk konten sosial yang dapat bekerja secara organis.

Tak perlu eksis di mana saja

Hal ini mungkin terlalu konservatif kedengarannya, namun memang tak semua perusahaan harus berada dan eksis di semua media sosial, khususnya dalam hal kekurangan waktu dan uang. Buat konten Anda sejujur mungkin, dan fokuskan pada aplikasi media sosial yang cocok dengan karakteristik perusahaan Anda.

Beri tawaran eksklusif

Beri para follower Anda penawaran ekslusif, baik berupa hadiah langsung atau bonus tertentu yang dapat menarik perhatian mereka untuk melakukan pembelian. Bangun jaringan spesifik yang dapat membuat follower Anda merasa berharga berada di antara komunitas online Anda.

Pakai hashtag

Penggunaan hashtag dalam dunia media sosial tak hanya berguna untuk memfasilitasi sebuah kampanye atau gerakan yang banyak orang suarakan, namun juga berguna bagi pengembangan bisnis Anda di mana akan meningkatkan pencarian atas topik yang dibicarakan.

Misalnya, Anda melakukan tweet tentang traveling? Tambahkan penggunaan hashtag #TravelTuesday #Holiday pada konten Anda dan ikutsertakan dalam komuniti aktif yang juga membicarakan topik yang sama dengan Anda.

Buat tujuan

Mari kembali pada pelajaran marketing, di mana kita belajar mengenai tujuan SMART (specific, measureable, achievable, realistic, time-sensitive). Metode yang sama dapat Anda gunakan untuk mencapai target di media sosial pula. Beri pemikiran dan nilai pada prioritas dan setiap tujuan yang akan dicapai.

Ingat, Anda tak akan pergi kemana pun, sampai Anda benar-benar memulainya.

Belajar dari kompetitor

Seperti yang dikatakan Pablo Picasso: “Seniman yang baik mencontek, seniman hebat mencuri”. Ini bukan pernyataan agar Anda menjadi plagiat terhadap konten kompetitor, namun analisa apa yang mereka lakukan, bagaimana mereka melakukannya, dan jadikan hal tersebut sebagai titik awal Anda mulai menciptakan kampanye brand Anda sendiri.

(photo: improvepresentation.com)