Bagaimana Memulai Bisnis Distro

Bagaimana Memulai Bisnis DistroTIPSWIRAUSAHA.COM – Kehidupan di masa sekarang sangatlah berbeda dengan masa lampau, terlebih dalam hal kebutuhan pokok sehari-hari.

Pada masa lampau, bisa dikatakan bahwa dalam hal mencari kebutuhan primer (pakaian, pangan, dan papan) agak sulit bila dibandingkan dengan sekarang.

Menyangkut soal pakaian, di era 80-90an masyarakat Indonesia mulai mengenal akan trend pakaian yang terjadi di Benua Eropa. Kaum muda jaman dahulu mulai bereksperimen mengenai sytle pakaian yang mereka kenakan. Bukan lagi dengan setelan kemeja dan celana kain, namun dengan berbagai bentuk dan corak yang berbeda seperti kaos T-shirt, celana jeans, dan lain-lain.

Dan di era Millenium sampai sekarang (tahun 2015), anak muda jaman sekarang sudah semakin mengenal akan budaya Barat dalam hal berpakaian. Walaupun masih banyak anak muda yang berpakaian ‘terlalu jauh’ seperti menggunakan pakaian terbuka, tapi ada juga yang berpakaian sopan namun bercita rasa Barat atau istilahnya gaul.

Nah, di era entrepreneurship sekarang, peluang untuk berbisnis pakaian ala anak muda (atau istilahnya distro) semakin diminati masyarakat. Distro sudah mulai berkembang pesat sampai saat ini. Berbagai model distro, mulai dari hasil modifikasi gaya Barat sampai membuat sendiri trend yang ada.

Jadi, bagaimana cara memulai jika Anda ingin berbisnis pakaian distro? Kami coba mengulik tips-tips utama dalam memulai bisnis distro. Simak, yuk!

1. Komitmen dari awal

Bisnis distro umumnya sangat sulit di awal-awal perkembangannya. Anak muda, apalagi di Indonesia, cenderung sangat suka dengan hal-hal yang didapatnya pertama kali.

Misal, anak A baru pertama kali mengetahui distro A, dan dia begitu suka dengan jenis-jenis pakaian yang ada. Dia menyukai distro A.

Di lain sisi, dia juga mulai mengetahui bahwa ada distro B yang lebih keren dan bagus dari distro A hasil rekomendasi dari teman. Namun, karena anak A pertama kali menyukai distro A daripada distro B, anak A cenderung membeli ke distro A, betapapun distro B lebih bagus daripada distro A.

Fenomena ini bisa dijelaskan bahwa pada umumnya manusia lebih suka hal yang pertama kali dia ketahui dalam suatu bidang, apalagi bila yang dibahas di sini adalah anak muda yang masih memiliki ego yang lumayan tinggi.

Memang teori di atas tidak bisa dijadikan patokan, namun bagaimanapun juga semua bisnis memang sulit pada awalnya dan bagi Anda yang akan terjun di bisnis ini, komitmen awal adalah hal yang penting untuk bisa mengarungi samudra persaingan yang akan menanti.

2. Pilih trend yang akan Anda jalani

Di atas telah disinggung bahwa ada 2 trend yang dilakukan oleh pebisnis distro; memodifikasi trend yang telah ada atau membuat trend itu sendiri. Prioritas Anda menentukan di sini; bila Anda cenderung kurang sabar dalam mendapatkan market secara lama, maka modifikasi trend adalah pilihan yang tepat bagi Anda.

Tapi ingat, memodifikasi trend bukan meniru trend. Kalau terdapat trend tanpa melanggar hak cipta (karena memang tak ada yang mengajukan hak paten) seperti trend kaos putih, celana jeans biru tua, maka itu boleh Anda tiru secara mentahnya.

Namun bila terdapat trend yang memiliki hak paten, contohnya kaos yang memiliki gambar kartun yang begitu diminati anak muda yang memiliki lisensi dari distro A. Anda tidak bisa begitu saja meniru secara langsung style yang ada. Dibutuhkan kreativitas agar produk yang Anda pasarkan bisa bebas melewati tuntutan paten.

Misal, Anda bisa mencari gambar kartun yang lain yang tidak memiliki hak paten, atau bila Anda memiliki modal yang cukup, Anda bisa membeli hak paten yang diperlukan untuk memproduksi pakaian dengan gambar kartun distro A tersebut.

Cara lain adalah Anda membuat sebuah trend dan style itu sendiri. Ini memang sulit, dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Namun sekali produk Anda sudah booming, produk Anda memiliki ‘kerajaan’nya sendiri karena tidak ada produk yang sama dengan produk Anda. Anda juga bisa menjual hak paten dari trend Anda, sehingga Anda bisa mendapatkan uang lebih dari lisensi hak paten tersebut.

3. Siapkan modal dan rekan yang terpercaya dan professional

Bila Anda sudah berkomitmen dan memilih trend mana yang akan Anda geluti, kini saatnya Anda mencari modal dan rekan/vendor yang sesuai dengan bisnis yang akan Anda mulai. Modal di sini benar-benar penting.

Tidak ada bisnis yang tidak membutuhkan modal. Sekalipun ada, pasti ada beberapa hal yang harus dikorbankan seperti waktu, tenaga, sedikit uang, dan lain sebagainya. Nah, Anda bisa mendapatkan modal dari kocek sendiri, keluarga, teman, atau meminjam di bank.

Bila Anda meminjam di bank, cobalah untuk survey di berbagai bank di mana Anda bisa menganalisa bank mana yang memberikan pinjaman terbaik, mulai dari jangka waktu pengembalian, bunga rendah, dan lain-lain.

Kemudian yang harus diperhatikan adalah vendor yang tepat dan terpercaya. Anda tidak ingin kan bila vendor Anda menipu Anda suatu saat nanti? Maka pemilihan vendor dalam hal ini juga sangat penting. Pilihlah vendor yang berpengalaman, jujur, bertanggungjawab serta memenuhi kriteria yang Anda inginkan.

4. Buatlah business plan Anda

Walaupun Anda memulai bisnis distro ini berdasarkan hobi, namun tetap saja business plan adalah benar-benar penting bagi Anda. Bagaimanapun juga ini adalah bisnis yang membutuhkan keseriusan dalam pengelolaannya. Anda membutuhkan strategi, konsep bisnis, perijinan usaha, dan berbagai hal teknis lainnya.

Jangan remehkan hal-hal kecil seperti hal teknis atau semacamnya, karena hal-hal besar bisa diraih bila kita juga menghargai hal-hal kecil yang harus diurus.

Terdapat banyak jasa pembuat business plan diluar sana, atau bila memang Anda sudah berpengalaman, Anda juga bisa membuat business plan itu sendiri. Saya sarankan Anda juga berkonsultasi dengan ahli yang terkait.

5Mulai, kelola, dan bersabar

Setelah semua telah tertangani, sekarang saatnya untuk launching produk Anda. Produk Anda tidak perlu sempurna untuk pertamanya.

Anda sebenarnya bahkan perlu untuk memasarkan produk secepatnya agar Anda tahu bagaimana reaksi pasar terhadap produk Anda, apakah diterima, ditolak, atau terdapat kekurangan yang membutuhkan perbaikan dari Anda.

Setelah beberapa perbaikan dan pengelolaan yang Anda lakukan, saatnya menunggu dan kembali merespon apa yang terjadi di pasaran, atau bisa jadi Anda sudah mulai melihat pundi-pundi pendapatan yang masuk di rekening Anda berkat perjuangan Anda berbisnis distro selama ini.

Berbisnis distro memang memiliki seni tersendiri dalam pengelolaannya sama seperti bisnis lain yang memiliki pengelolaan yang berbeda. Anda bisa menangkap peluang bisnis ini dan menjalankannya, atau membiarkan begitu saja peluang besar ini. Semua kembali kepada Anda.

Selamat berbisnis distro!