Peluang Bisnis Budidaya Terong

budidaya terongTanaman Terong yang mempunyaii nama latin Solanum melongena adalah tanaman setahun yang termasuk kedalam tanaman perdu. Tanaman ini dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 60 sampai 100 cm, berdaun lebar berbentuk telinga serta bunga berwarna ungu. Tanaman ini sangat mudah untuk di kembangbiakkan karena dapat tumbuh didaerah dataran rendah hingga dataran tinggi berkisar 1200 meter diatas permukaan laut.

Selain mudah untuk dikembangbiakkan, Buahnya juga dapat menjadi makanan yang lezat dan nikmat. Buah terong ini memiliki banyak khasiat yang terkandung dalam buahnya yaitu salah satunya dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Dipandang sangat bermanfaat dan cukup banyak peminatnya, tanaman terong bisa dijadikan sebagai usaha pertanian yang produktif dan menguntungkan.

Untuk Anda yang sedang atau ingin membudidayakan tanaman terong ini. Berikut saya sajikan tips budidaya terong dari awal pembibitan sampai panen ;

1. Benih dan persemaian

Benih tanaman terong ini berasal dari biji. Penyemaian bibit dari biji ini membutuhkan waktu yang cukup lama kurang lebih hingga 1,5 bulan atau kira-kira sudah berdaun empat helai. Untuk mempercepat pertumbuhannya, biji direndam terlebih dahulu sebelum ditempatkan pada wadah yang telah dibasahi. Karena biji tanaman terong ini lebih keras dibandingkan dengan biji tanaman lain. Tempat penyemaian sebaiknya diisi menggunakan busa atau kapas sebagai media tumbuh. Untuk lahan seluas 1 ha, diperkirakan memerlukan 700 gram benih terong.

2. Media Tanam atau lahan Penanaman

Lahan untuk penanaman harus disiapkan serta diolah terlebih dahulu, kemudian dibentuk bedengan. Bedengan dibuat dengan lebar antara 1,2 sampai 1,4 meter dan panjang sesuai lahan. Kemudian bedengan dibuatkan lubang tanam yang masing-masing berjarak sekitar 80 cm. Jarak antar barisan lubang tanam yaitu 70 sampai 80 cm. Setiap bedengan memuat tiga barisan tanaman. Di antara bedengan yang satu dengan yang lainnya, harus dibuatkan parit yang berfungsi sebagai sarana pembuangan air pada saat musim hujan. Hal ini sangat penting dilakukan karena tanaman ini tidak tahan dengan genangan air.

3. Penanaman

Setelah media tanam serta lubang tanam sudah disiapkan tahap selanjutnya yaitu setiap lubang diberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 0,5 hingga 1 kg supaya tanah cukup mengandung bahan organik. Lalu benih yang sudah siap tanam dimasukkan secara tegak lurus ke dalam lubang. Kemudian disekitar lubang tanaman disirami air agar tanah cukup lembab.

4. Pemeliharaan

Pemeliharaan pada tanaman terong ini mesti dilakukan secara teratur. Penyiangan gulma sangat penting dilakukan supaya tidak mengganggu pertumbuhan. Penyiraman tanaman harus dilakukan secara rutin dua kali sehari, pada pagi hari dan sore hari. Tetapi apabila penanaman dilakukan pada daerah kering, maka penyiraman dapat dilakukan lebih sering.

Karena tanaman terong termasuk jenis tanaman perdu. Maka diperlukannya pemberian tajir atau turus yang terbuat dari bambu ataupun kayu untuk menopang tanaman supaya tidak jatuh.
Selain itu juga tanaman ini perlu dilakukan pemangkasan pada tunas serta bunga supaya dapat menghasilkan buah terong yang lebih banyak dan berukuran besar.

5. Panen dan Pasca Panen

Umur tanaman terong secara umum dapat dipanen pada saat berumur 4 bulan atau 90 hari dari saat semai. Selanjutnya berselang  1 minggu, buah dapat dipanen 6 hingga 7 kali panen. Dalam pemanenan harus diperhitungkan juga lamanya pengangkutan hingga sampai ke tangan konsumen. Sebaiknya buah terong yang dipetik yaitu buah yang masih muda bijinya atau masih keras daging buahnya. Waktu pemanenan sebaiknya dilakukan ketika pagi hari atau sore hari. Hindari waktu panen ketika terik matahari karena ini bisa mengganggu tanaman dan membuat kulit terong menjadi keriput atau kering sehingga menurunkan kualitas buah itu sendiri.