Kisah Sukses Pendiri Hotel Dafam

DafamBilly-500x341TIPSWIRAUSAHA.COM – Billy Dahlan, di usianya 29 tahun telah sukses dalam bisnis properti. Awalnya ia pun mengalami kegagalan namun itu tidak membuatnya gentar. Pertengahan tahun 2009 ia mulai merambah bisni properti dengan proyek pertamanya, yaitu merancang dan membangun Hotel Dafam yang berdiri di Jalan Imam Bonjol Nomor 176 Kota Semarang.

Saat ini karirinya pun terus menanjak dengan dia merambah ke beberapa bidang di koridor properti. Kini ia menangani 12 hotel dan 23 hotel dalam tahap pembangunan.

Alasan merambah dunia properti

Ia merasa bahwa dunia properti memiliki tantangan tersendiri. Billy pun mengaku bahwa sebelumnya ia tidak ada rencana untuk memasuki bisnis properti, hanya peluang saja yang ia manfaatkan. Sebab sudah banyak usaha yang dia coba dan 80 persennya gagal hingga sisa modal hanya 600 ribu rupiah.

Andhy Irawan, General Manager Hotel Santika Premier Semarang yang memberikan Billy informasi seputar properti terutama perhotelan. Hingga akhirnya lulusan Diploma III (DIII) Marketing dan Komunikasi London ini tertarik dan mulai mencari peruntungannya.

Keinginannya bukan hanya menjadi hasrat sesaat, pertengahan 2009 ia langsung mencari kenalan yang ahli di bidang arsitektur, perizinan, manajemen bisnis, keuangan hotel, perbankan, sampai dengan kontraktor bangunan. Begitu menemui dan membuat mereka yakin, ia melakukan pembangunan hotel di lahan milik orangtua yang terletak di Jalan Imam Bonjol, Kota Semarang.

Billy merasa bisnis properti tidak ada matinya. Artinya jika tidak laku tahun ini bisa laku tahun berikutnya asalkan manajemen corporate dijalankan secara baik dan benar.

Asal modal untuk memulai

Ternyata keinginannya untuk membuat hotel bukanlah tanpa ujian, banyak yang tidak mendukunganya termasuk orang tuanya. Sebab memang bisnis ini memiliki resiko yang tinggi dan orang tua tidak mau hutang kepada oranglain ataupun perbankan.

Ia pun tak berhenti karena itu, Billy mencoba mengajukan proposal dan presentasi ke bank. Namun yang ia dapatkan waktu itu hanya tawaan karena terlalu nekat di usia yang masih muda. Dari 12 bank yang didatangi hanya ada satu bank yang bersedia meminjamkan modal Rp 40 miliar. Billy muda tak pantang menyerah hingga orang tua pun setuju dengan syarat : tanggung sendiri jika ada masalah.

Modal yang ada ia gunakan untuk membangun Hotel Dafam dan mal yang nyaris bangkrut di Pekalongan. Ia menjalankan dua hotel, yakni Hotel Dafam Semarang dan Hotel Dafam Pekalongan pada November 2010. Tahun berikutnya menyusul Hotel Dafam Cilacap dan Hotel Marlin Pekalongan.

Galau pun pernah ia rasakan

Billy mengaku sempat galau. Walaupun telah berhasil membangun hotel namun ternyata ada sejumlah dana yang harus ia subsidikan ke hotel dan mengangsur pinjaman bank per bulannya. Itu agar hotelnya terus bertahan. Setidaknya butuh 2 miliar rupiah per bulannya.

Ia terus memutar otak untuk menutup kebutuhan itu dan akhirnya di 2011 ia temukan caranya. Tak hanya membangun hotel, Billy dan tim akhirnya menyediakan jasa sebagai operator hotel. Permitaan yang datang pun cukup banyak saat itu.

Strategi jitu untuk tetap berjaya

Billy mengatakan sebenarnya tidak ada strategi khusus supaya bisnis properti ini semakin berkembang. Semua ia rasakan berjalan natural hingga kini. Billy merasakan tiap tantangan ia atasi dengan pangtang menyerah, itulah yang penting menurutnya.

Billy juga menambahkan bahwa tiap kesalahan yang Anda lakukan pasti ada keberhasilan di baliknya. Tidak ada keadaan orang dimana ia selalu gagal. Tingga bagaimana memanfaatkan peluang untuk berhasil secara optimal. Kunci lain yang tidak kalah penting adalah selalu kembangankan sumber daya manusia (SDM) yang ada karena ini merupakan aset jangka panjang.

Tak lupa untuk menghindari double job setipa orang. Jadi begitu ada peluang, segeralah bagi tim Anda. Tiap orang bertugas dengan kemampuan dan keahlian yang dimilikinya.

Pondasi utama dalam kesuksesan bisnis adalah menjaga nama baik perusahaan. Ini dilakukan agar semakin dikenal konsumen. Oleh karenanya Billy selalu menjalankan empat prinsip yang tercermin dalam kinerjanya.

Pertama, selalu berdoa dan bersyukur kepada Tuhan serta pedulian terhadap sesama serta lingkungan. Kedua, menata perusahaan dengan baik dari sisi transparansi, akuntabilitas, tanggungjawab, sampai dengan kesetaraan. Ketiga, apa yang dilakukan harus bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, serta bangsa. Keempat, kerjakan tanggung jawab dengan amanah, professional, dan sepenuh hati.