Kisah Sukses Rizka Wahyu Romadhona Pemilik Talas Bogor

Rizka Wahyu RomadhonaTIPSWIRAUSAHA.COM – Rizka Wahyu Romadhona, pengusaha wanita muda ini menyadari berlimpahnya talas di kota Bogor. Tetapi produksi talas yang mencapai 400 ribu ton per hari itu belum banyak dijadikan pangan olahan.

Melihat potensi pasar yang idealisme pribadi akhirnya Riska memutuskan mengolah talas menjadi kue unik yaitu kue lapis bogor santapan legit khas bogor.

Di sisi lain Rizka melihat warga dan turis membutuhkan oleh-oleh khas yang modern serta eksklusif.

Bentuk kue lapis yang sekarang populer untuk kudapan maupun buah tangan masyarakat kota pun menjadi pilihannya. Kue lapis itu berwarna kuning dan ungu terang. Warna ungu terang ini nyatanya menyiratkan keunikan bahan yang digunakannya.

Berbeda pada umumnya kue lapis ini menggunakan umbi khas daerah bogor, yakni talas. Pernah mencoba membuat kue dari talas langsung dan pasta talas, Rizka akhirnya menggunakan tepung talas untuk bahan kuenya yang tersedia di pasaran.

Sementara warna ungu pada kue tersebut dibuat dari saripati talas. Meski begitu Rizka mengaku masih menggunakan tepung terigu agar menghasilkan kue lapis yang pas.

Dukungan Pemerintah

Jalan Rizka memperkenalkan wajah modern talas mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata daerah bogor. Di awal produksinya kue yang diberi nama Lapis Bogor Sangkuriang ini menjadi kudapan dan oleh-oleh dalam acara yang dibuat instansi itu.

Dengan berkembangnya usaha tersebut Rizka akhirnya bisa membuka gerai sendiri di Jalan Soleh Iskandar dekat Yogya Dept.Store Bogor, Jawa Barat. Kini sekitar 2.500 boks kue lapis ludes per harinya. Dalam satu minggu sekitar 100 kilo tepung talas dibutuhkan untuk membuat berbagai varian kue talas, termasuk lapis, brownies juga pie.

Kisah Sukses Rizka Wahyu Romadhona Pemilik Talas Bogor

Lapis Bogor mempunyai rasa original dengan bolu talas bertopping keju, coklat, strawberi, capucino, tiramisu, blueberi. Ada juga Lapis Bogor dengan rasa green tea dan brownies talas original dan keju,” tutur Rizka.

Yang membuat Lapis Bogor makin menarik untuk wisatawan yaitu kemasannya yang berwarna kuning ungu, mencantumkan informasi aneka destinasi wisata di kota Bogor. Sambil menikmati kuenya, wisatawan bisa membaca keterangan soal tempat wisata di kota Bogor. Kotak kue sekaligus sebagai informasi wisata di kota Bogor.

“Boks kue kita ada informasi pariwisatanya karena juga mendukung Visit Bogor. Jadi kita tidak hanya menjual produk namun juga promosi wisata di Bogor,” kata Rizka.

Oleh-oleh Khas Bogor

Sempat ditolak sana-sini, Lapis Bogor kini menjadi kue yang paling diburu para wisatawan yang berkunjung ke Bogor. Sampai-sampai Riska membuat aturan ketat: Satu orang hanya boleh membeli maksimal 2 boks saja.

“Semua kasir saya pernah dimarahi pembeli sampai ada yang menangis, karena pembeli kehabisan kue ini,” tutur Rizka.

Pembeli Lapis Bogor yaitu wisatawan dari berbagai kota. Wisatawan asing yang tahu pun sering membeli Lapis Bogor. “Pernah ada yang mengaku datang jauh-jauh dari Papua hanya ingin membeli Lapis Bogor, tapi sudah kehabisan. Mau bagaimana lagi,” kata Rizka.

Dalam sehari Lapis Bogor bisa terjual sampai 3.400 boks.  Tidak hanya meningkatkan ketenaran talas, nasionalisme juga terasa semakin kental dalam produk Lapis Bogor ini.

Riska yang kini memiliki dua gerai kue sekaligus mempromosikan wisata Kota Bogor melalui produknya. Di kemasan kue lapis dan situs usahanya www.lapisbogor.blogspot.com ia mencantumkan objek-objek wisata di kota Bogor berikut keterangan singkatnya.

Itulah kisah pemilik talas Bogor. Semoga kisah ini dapat menginspirasi Anda untuk tetap bersemangat dalam menjalankan usaha Anda. Terima kasih.