Kisah Sukses Moena Fresh

kisah sukses Moena FreshWalaupun sudah disiapkan rumah oleh orang tuanya saat kuliah di Institut Pertanian Bogor, Made Donny  justru memilih kluyuran ke rumah kos teman-temannya dan berkebun buah melon. Dari hal itu hampir semua teman seangkatannya mengira beliau sudah kena drop out atau DO dikarenakan kesibukannya bertani buah melon di lahan di sekitar Darmaga Bogor.

Tetapi beliau mampu membalikkan dugaan miring para sahabatnya itu. Melalui pendekatan cerdik juga tanpa kenal lelah akhirnya anak mantan Gubernur BI almarhum I Nyoman Moena ini berhasil menyelesaikan kuliahnya di IPB. Saya berhasil meyakinkan dosen-dosen saya saat saya ajak mengunjungi kebun melon milik saya  tutur Dony. Memulai menjalankan bisnis sejak lama Dony kenyang jatuh bangun mengembangkan buah-buahan dalam negeri.

Beliau mengaku bisnis yang ditekuni baru kelihatan sejak tahun 2001. Ketekunan serta kerja kerasnya kini menghasilkan 10 outlet buah-buahan serta 2 outlet juice yang tergabung dalam merek Moena Fresh. Kerja keras, fokus, tekun dan semangat untuk berubah merupakan senjata ampuh dalam meraih sebuah impian menjadi kenyataan, ujar pria yang tak putus menjalin teman-teman sejak dari SD sampai kuliah. Bagi beliau teman merupakan modal yang sangat berharga selain keluarga. Beliau merasakan besarnya dukungan para sahabat saat mengembangkan usahanya.

Dony mulai merintis kebun buah Melon sejak tahun 1983, dengan bermodal sekitar Rp 4 juta.  Ketika sukses beliau terus menerus mengembangkan kebun buah melon di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan terakhir di daerah Lampung. Selama 1983 sampai tahun 1993, saya telah memiliki lebih dari 20 lokasi dengan luas seluruhnya mencapai hingga 200 hektare,” tuturnya. Dia mengklaim mampu memasok sekitar 40% kebutuhan melon di Jakarta, Bandung, Surabaya serta Bali.

Di tahun 1985, beliau mulai menanam buah semangka tanpa biji di Banyuwangi dan Muntilan. Pada areal sekitar 100 hektare dengan cara bekerjasama dengan para petani, Doni memasok sekitar 20 ton hingga 25 ton per harinya. Sembari membudidayakan buah-buahan pada tahun 1990 melalui bendera UD Moena Fresh, beliau mulai membuka toko buah-buahan di Bali. Selanjutnya pada tahun 1995 beliau membentuk PT Moena Putra Nusantara atau MPN yang bergerak sebagai supplier buah-buahan. Langkah ini dilakukan dengan cara membeli beberapa kios di Pasar Induk Jakarta dan Pasar Induk Caringin Bandung.

Usahanya tergolong sukses ketika itu. Apalagi beliau berhasil merintis ekspor buah lokal. Kurang lebih sekitar 150 karyawan yang tersebar di Bandung, Jakarta dan Denpasar, menggantungkan diri pada usahanya. Tetapi serbuan hypermart asing menggerogoti pasarnya. Puncaknya saat berlangsung krisis moneter pada tahun 1997. Pada tahun itu saya mengambil keputusan penting yaitu outlet di Bandung saya tutup. Sebesar 30% modal digunakan mempertahankan usaha di Jakarta. Sisanya yang 70% untuk membuka toko buah di Bali secara bertahap, ujar beliau. Bali dipilih karena selain untuk dikonsumsi, buah-buahan  juga diperlukan untuk keperluan upacara.

Langkah Dony terbukti cermat. Kini dengan mengelola 12 outlet “Moena Fresh” Ia telah memperkerjakan sekitar 250 karyawan dan memiliki omset sekitar Rp 4 miliar per bulannya. Sedangkan bisnis suplier buah-buahan dengan bendera PT MPN yang memperkerjakan kurang lebih 70 karyawan memiliki omset sekitar Rp 750 juta per bulannya. Dony berencana bisa menambah satu outlet tiap tahun sehingga 2014 ini Moena Fresh mampu membuka lapangan perkerjaan untuk 500 orang karyawan..