Jadikan THR Sebagai Sumber Investasi

TIPSWIRAUSAHA.COM – Tidak terasa lebaran tidak lama lagi, mendekati hari lebaran banyak hal yang membahagiakan dan tentu hal itu yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim pada umumnya. Selain menikmati hari kemenangan, mudik, merayakan hari fitri bersama keluarga, Ada pula yang ditunggu sebagai karyawan dan dompet mereka, yaitu THR tahunan.

jadikan-thr-sebagai-sumber-investasiSiapa sih yang tidak merasa senang saat menerima THR menjelang hari lebaran? Menerima THR banyak dari karyawan yang mengganggap sebagai sebuah bonus untuk membeli berbagai keperluan untuk pribadi. Padahal, pemberian THR karena kebutuhan saat hari lebaran bisa dikatakan meningkat beda dengan hari-hari biasanya: sedekah, transportasi mudik, pakaian baru, hadiah Lebaran, dan lain sebagainya.

Karyawan yang terlalu antusias untuk memenuhi kebutuhan pribadi dengan berbelanja menggunakan uang THR, sedangkan untuk hal sama Anda harus membayar kebutuhan Lebaran, maka THR tidak akan cukup kecuali Anda sudah kalkulasi dengan baik.

Pertanyaannya disini, Bagaimana Anda dapat mengatur keuangan saat mendekati hari lebaran? Bagaimana pula mengelola THR agar lebih berguna?

Mengelola THR dapat dimulai dengan memisahkan kebutuhan dengan keinginan pribadi. Makanan, tempat tinggal, listrik, dan air merupakan kebutuhan. Hiburan, shopping, dan biaya nobar merupakan keinginan pribadi. Menjelang Lebaran, ada hal tambahan yang menjadi kebutuhan. Contohnya: pembayaran zakat dan sedekah, biaya transportasi mudik, juga kebutuhan hari raya seperti konsumsi dan pakaian baru.

Saat belanja Lebaran, kita harus berhati-hati karena kita dapat membenarkan keinginan pribadi menjadi kebutuhan. Misalnya, kita memerlukan pakaian baru untuk hari raya. Boleh-boleh saja membeli pakaian baru, namun bila Anda sudah terbutakan potongan harga sehingga tumpukan baju baru Anda menggunung, Anda sudah bukan memenuhi kebutuhan tetapi meladeni keinginan pribadi.

Kategorikan keperluan Lebaran yang menjadi kebutuhan dan hal-hal yang dapat dikesampingkan menjadi keinginan pribadi.

Setelah memisahkan kebutuhan dengan keinginan pribadi, ada baiknya Anda mengurutkan kebutuhan Lebaran yang akan dibayar dengan THR berdasarkan prioritas dan mengalokasikan rasio persentase untuk setiap kebutuhan.

Sebagai contoh, bila Anda seseorang yang membutuhkan mudik lebaran, maka alokasi untuk pengeluaran tiket transportasi dan akomodasi dapat Anda patok 40%, sedangkan kebutuhan hari raya seperti konsumsi Lebaran dan pakaian atau aksesoris baru dapat dialokasikan 25% dari uang THR. Untuk zakat fitrah dan zakat penghasilan, Anda dapat menyisihkan 5% dari THR. 10% dapat digunakan untuk hiburan dan keinginan pribadi selama hari lebaran. Nah, sisa 20% dapat digunakan untuk tabungan dan investasi.

(Rasio pengeluaran di atas hanyalah contoh. Anda yang paling tahu apa prioritas Anda dan bagaimana sebaiknya mengalokasikan THR)

Setelah membentuk rasio pengeluaran, Anda bertanggung jawab mencatat pengeluaran Anda agar tetap terkontrol dan sesuai rasio yang Anda tetapkan. Ada berbagai cara untuk melacak ke mana perginya uang belanja Anda. Anda bisa mencatat dengan pena dan buku, menggunakan Word document atau Excel, atau bahkan menggunakan aplikasi keuangan pribadi seperti Mint atau Toshl Finance. Yang peling penting adalah Anda harus konsisten mencatat pengeluaran.

Catatlah semua pengeluaran yang berhubungan dengan Lebaran – poin dari langkah ini adalah agar Anda tahu ke mana perginya uang Anda. Rutinlah mencatat setiap hari agar tak ada yang terlupakan. Dengan adanya kesadaran, niscaya Anda lebih berhati-hati menggunakan uang.

Bila pengeluaran Anda sesuai dengan rasio yang ditetapkan, sebagian dari THR dapat disisihkan menjadi tabungan dan investasi. Tabungan dan investasi juga merupakan kebutuhan. Mungkin sekarang tidak terasa, namun Anda akan menyesal di hari tua bila tidak mulai menabung atau berinvestasi sejak dini.

Bila Anda berhasil menjalankan mengelola sebagian dari THR Anda menjadi tabungan dan investasi, Anda bisa menerapkan metode yang sama bagi penghasilan Anda tiap bulan agar sumber tabungan dan investasi lebih konsisten.