Ingin Berinvestasi Reksadana, Berikut Cara Memulainya

TIPSWIRAUSAHA.COM – Jika Anda bagi seorang pemula yang ingin melakukan investasi reksadana, berarti Anda sudah paham dengan investasi yang akan Anda masuki. Intinya semua investasi adalah program acara mengenai perencanaan keuangan. Bagi pemula atau orang yang baru saja terjun dalam dunia investasi mungkin saja harus bekerja keras dalam hal ini.

Ingin Berinvestasi Reksadana, Berikut Cara MemulainyaNamun terkadang calon investor yang tertarik tidak segera melakukan investasi. Mungkin saja penyebabnya karena mereka kurang paham apa itu reksa dana, cara memulainya, bagaimana syarat dan prosedur pembelian dan penjualannya, atau bahkan tidak tahu sama sekali tentang bagaimana cara menghitung hasil investasinya.

Cara Mulai Investasi Reksa Dana

Sebelum Anda memulai investasi, sebaiknya tentukan tujuan investasi dan pahami profil risiko Anda. Reksa dana juga mengandung peluang resiko seperti investasi-investasi lainnya. Seperti keuntungan yang tidak dijamin, sehingga mungkin timbul kerugian akibat turunnya nilai investasi.

Ada 800 lebih produk reksa dana yang di jual di Indonesia, untuk itu Anda wajib mengetahui suatu produk reksa dana secara lengkap dan rinci.Di sarankan bagi Anda untuk membaca prospektus reksa dana. Selain itu, informasi produk reksa dana juga bisa Anda peroleh melalui dokumen Fund Factsheet. Dokumen ini berisi laporan kinerja bulanan, strategi investasi, komposisi portofolio, dan masih banyak lagi.

Pelajarilah sebuah produk reksa dana, terutama kebijakan dan risiko investasi. Pelajari pula tata cara berinvestasi reksa dana tersebut, termasuk biaya-biaya transaksinya bila ada. Kemudian, pilih produk reksa dana yang sesuai dengan tujuan investasi, kemampuan ekonomi dan profil risiko Anda.

Tempat Membeli Reksa Dana

Di mana kita bisa membeli Reksa dana ? Reksa dana dapat kita beli di lembaga-lembaga yang mengelola serta menerbitkan produk reksa dana yaitu Manager Investasi ( MI ). Ada beberapa kelebihan yang bisa kita dapatkan dengan membeli langsung melalui MI. Beberapa manager investasi akan menawarkan produk reksa dana dengan minimal pembelian Rp100-250 ribu saja. Lebih terjangkau dan murah bukan ? Hanya saja, pilihan produk reksa dana terbatas karena hanya menjual reksa dana yang dikelola oleh MI tersebut.

Selain hal di atas, pembelian reksa dana juga dapat di lakukan di bank – bank yang memiliki izin sebagai Agen Penjual Reksa dana (APERD). Melalui bank penjual, Anda dapat memilih beberapa produk pilihan yang lebih lengkap. Anda juga dapat membeli produk reksa dana dari MI yang berbeda, ditambah adanya fasilitas auto debet yang mempermudah transaksi pembelian reksa dana.

Tata Cara Pembelian

Tentu ada beberapa ketentuan dalam bertransaksi reksadana. Yang pertama adalah, transaksi hanya dapat dilakukan pada hari bursa. Transaksi reksa dana tak jauh beda seperti saat kita membuka rekening baru di bank. Anda akan di minta mengisi formulir dengan yang ditandatangani dengan tinta basah (asli), menyiapkan persyaratan fotokopi dokumen yang telah ditentukan, dan tentu saja menyiapkan dana yang hendak Anda investasikan.

Bagi calon investor perseorangan, sangat di wajibkan untuk memiliki KTP dan NPWP jika ingin berinvestasi reksa dana. Sementara itu bagi calon investor perusahaan diwajibkan juga untuk mencantumkan anggaran dasar perusahaan dan beberapa persyaratan dokumen lainnya. Seluruh dokumen di atas merupakan bagian dari prinsip KYC (Know Your Customer) yang diwajibkan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Selanjutnya dokumen tersebut di serahkan pada manajer investasi. Kemudian Anda bisa segera menyetorkan dana ke rekening penampungan yang sesuai dengan produk reksa dana yang Anda pilih.

Yang kedua adalah transaksi berdasar Nilai Aktiva Bersih ( NAB ). NAD ialah nilai yang menggambarkan total kekayaan reksa dana setiap harinya. NAB di pengaruhi oleh harga pasar dari aset reksa dana tersebut. Selain itu, NAB ini juga di pengaruhi oleh pembelian dan penjualan reksa dana oleh para investor. Unit Penyertaan adalah satuan yang menunjukkan kepemilikan Anda di dalam reksa dana tersebut. Harga yang akan Anda dapatkam dari NAB reksa dana di bagi total unit penyertaan di sebut NAB per unit.

NAB per unit juga sering disebut sebagai harga reksa dana. Harga reksa dana kemudian di publikasikan di berbagai media surat kabar setiap harinya. Perlu Anda perhatikan, tingginya NAB per unit sebuah reksa dana tidak menunjukkan bahwa reksa dana itu sudah mahal atau sebaliknya. NAB per unit yang tinggi umumnya menunjukkan bahwa reksa dana itu sudah cukup lama sehingga aset-asetnya telah mengalami kenaikan nilai yang tinggi.

Ketiga, dalam setiap transaksi baik itu pembelian atau penjualan selalu ada batasan waktu atau cut off time. Apabila pembelian reksa dana di lakukan sebelum batasan waktu, maka transaksi Anda akan memperoleh harga NAB pada tanggal transaksi dilakukan. Sebaliknya apabila transaksi pembelian reksa dan di lakukan sesudah batasan waktu, maka Anda akan mengikuti harga NAB pada hari bursa selanjutnya dari tanggal pembelian reksa dana. Dan harga NAB baru selesai di hitung pada sore hari yang kemudian akan di umumkan pada keesokan harinya di media massa.

Dan yang terakhir adalah penerimaan surat konfirmasi transaksi pembelian reksa dana. Surat ini akan di terbitkan oleh bank kustodian selambat-lambatnya 7 hari bursa setelah formulir asli dan dana diterima oleh bank . Anda akan menerima laporan konfirmasi transaksi dan laporan perkembangan dana investasi setiap bulan.

Cara Menghitung Imbal Hasil Investasi Reksa Dana

Sebenarnya cukup mudah menghitung imbal hasil investasi reksa dana Anda. Anda dapat  menghitung jumlah unit penyertaan reksa dana yang kita miliki dikali dengan selisih dari harga NAB jual dengan harga NAB beli reksa dana. Misalnya, pada tahun lalu Anda membeli reksa Dana XYZ Rp100.000 di harga NAB 1.000, maka unit penyertaan yang akan Anda dapatkan (Rp100.000/1.000) = 100 unit penyertaan. Pada hari ini harga NAB Reksa dana XYZ di 1.200. Jika Anda melakukan penjualan semua unit Reksa Dana XYZ pada harga NAB saat ini, maka Anda dapat memperoleh keuntungan 100 unit x (1.200-1.000) = Rp20.000. Lalu bagaimana jika
harga NAB jual di bawah harga NAB beli? Sebagai contoh, harga NAB Reksa Dana XYZ 900, dengan nilai investasi 100 unit x (900-1.000) = Rp10.000,.Jika nilai aset berkurang berarti Anda mengalami kerugian