Tips Sukses Budidaya Jeruk

Tips Sukses Budidaya JerukTIPSWIRAUSAHA.COM – Dewasa ini permintaan terhadap buah jeruk setiap hari semakin meningkat. Tapi sayang sekali, di Indonesia produksi buah jeruk masih rendah. Sementara ini budidaya jeruk di Indonesia hanya mampu memproduksi sekitar 16 ton/Ha saja.

Ada beberapa hal yang sering menjadi kendala dalam budidaya jeruk, yaitu ketika tanaman jeruk berumur 8 tahun produksinya akan menurun. Hal ini dapat disebabkan oleh hama, penyakit dan juga faktor tanah maupun lingkungan tempat tanaman jeruk tumbuh.

Syarat Tumbuh Tanaman Jeruk

Untuk mendalami bisnis budidaya jeruk terlebih dahulu harus mengetahui hal-hal yang bisa membantu pertumbuhan jeruk dengan maksimal. Begitu juga dengan tanaman buah yang lain. Intensitas sinar matahari penuh merupakan hal yang wajib ada untuk budidaya jeruk, dengan suhu antara 25 hingga 30 C.

Untuk wilayah sub tropis, tanaman jeruk mampu tumbuh hingga mencapai 650 m, sedangkan untuk wilayah katulistiwa tanaman jeruk mampu tumbuh hingga mencapai 2000 m dpl.

Air sangat di perlukan untuk tanaman jeruk, khususnya pada masa vegetatif, mulai pembungaan, serta proses pembesaran buah. Namun demikian, air tidak boleh berlebihan sebab dapat menyebabkan  rusaknya warna buah.

Jeruk bisa ditanam di berbagai jenis tanah. Asalkan tanah tersebut berstektur bagus, tidak becek dan tidak mengandung kadar garam yang tinggi.

Teknik Budidaya Jeruk

1. Tanaman jeruk lebih menyukai tanah yang mengandung bahan organik. Tanah harus bersih dari tanaman pengganggu dan dibuatkan selokan atau parit-parit kecil untuk menjaga supaya tanah tidak sering tergenang.

2. Buatlah lubang 3 minggu sebelum tanam dan isi dengan pupuk organik atau pupuk kandang untuk menambah kesuburan tanah. Buatlah lubang di awal musim hujan dengan ukuran 70 x 70 x 60. Lubang jangan terlalu dalam karena kurang baik untuk tanaman jeruk.

3. Anda dapat menggunakan bibit yang telah diketahui indukannya, dan perhatikan perakarannya. Bila akar tanaman pendek usahakan daerah lubang tanam itu digemburkan lebih luas, dan bila akar panjang maka buatlah lubang lebih dalam.

4. Lubang tanam harus benar-benar basah dari atas ke bawah. Perhatikan akar tanaman, jangan sampai melewati lubang tanam yang telah dibuat. Bisa dilakukan pemotongan akar, jika diperlukan, tapi perlu diperhatikan teknisnya dan jangan terlalu pendek, hanya dilakukan untuk meluruskan akarnya saja.

5. Setelah bibit ditanam, lakukan penutupan dengan tanah yang subur lalu padatkan. Sebab jika ada rongga udara akan menggangu pertumbuhan tanaman. Beri naungan supaya tanaman tidak rusak dengan cahaya matahari yang terik.

6. Pemeliharaan dilakukan dengan cara membersihkan dari tanaman pengganggu atau gulma yang bisa dilakukan di sela-sela pembersihan parit.

7. Pemupukan tanaman juga harus dilakukan sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu awal dan akhir musim penghujan. Adapun dosis yang digunakan yaitu masing-masing setengah dari urea 160 kg, Ha TSP 325 kg, Ha dan KCl 250 kgHa.

Dosis ini menjadi bertambah kurang lebih 30% setiap tahun, untuk mengimbangi kekurangan hara mineral dalam kandungan tanah. Akan tetapi penggunaan pupuk organik tetap harus diberikan 8 kali setahun.

8. Panen dan pasca panen untuk budidaya jeruk dimulai kurang lebih saat tanaman berumur 5 tahun.

Beberapa hal yang bisa kita lakukan saat tanaman berbuah :

– Lakukan penjangan buah sebanyak 50 % supaya buah menjadi besar

– Lakukan pemotongan tunas air, cabang serta ranting kering

Tanda-tanda buah siap panen:

– Warna buah tampak kekuningan

– Jika dipegang buah tidak terlalu keras

– Beraroma harum

– Bagian bawah sedikit lunak jika ditekan

Simpan buah jeruk dalam suhu ruang 18 hingga 32 C untuk memperpanjang daya simpannya.

(photo: aliexpress.com)