Tips Bisnis Perkebunan Buah Naga

peluang bisnis buah nagaMencoba membuat perkebunan buah naga merupakan salah satu usaha di bidang pertanian yang memiliki prospek yang cukup  cerah di masa-masa mendatang. Hal tersebut disebabkan oleh pohon buah naga ini bisa hidup selama kurang lebih dua puluh tahun. Hebatnya lagi, pada umur delapan bulan sudah bisa berbuah dan buahnya akan berulang pada setiap bulannya.

Salah seorang pemilik perkebunan buah naga di kawasan Jembatan IV Barelang menjelaskan bahwa, kebun buah naga ini bisa hidup selama kurang lebih dua puluh tahun dan bahkan bisa juga lebih dari itu.

Tanaman buah naga ini dapat berkembang biak melalui sistem stek, pada masing-masing tiang atau penyangga harus diberi jarak kurang lebih sekitar tiga meter antara jarak yang satu dengan jarak yang lainnya.

Agar energi cahaya matahari leluasa dapat menembus pada masing-masing batangnya dan proses aktivitas fotosintesis tumbuhan tidak terganggu, untuk mengelola kebun harus selalu merawatnya supaya panen produktif selalu bisa dipetik.

Menurut para pemilik perkebunan buah naga, masing-masing batang harus disediakan tiang penyangganya. Pada setiap rumpun pastikan kondisi tanah harus selalu dalam keadaan kering, dikarenakan spesies hylocerus ini tidak dapat tumbuh secara sempurna pada tanah yang kondisinya lembab. Agar tumbuhnya lebih cepat dan lebih bagus lagi, rumpunnya harus dilingkari ban bekas (mobil) supaya tanahnya selalu dalam keadaan padat.

Untuk satu hektar kebun, bisa ditanami seribu (1000) rumpun tanaman buah naga. sehingga, membutuhkan dua ribu (2000) ban bekas. Usahakan untuk menggunakan ban bekas mobil supaya lebih kuat dan diameternya juga lebih pas.

Tumbuhan ini baru bisa berbuah apabila sudah berumur kurang lebih delapan bulan. Dengan perawatan yang cukup intensif, semprotan insektisida dan pemupukan harus dilakukan secara rutin agar bisa menghasilkan pertumbuhan batang yang bagus dan buah cukup yang banyak.

1 hektare kebun buah naga bisa menghasilkan hingga tiga ton buah naga per bulannya. Di dalam satu bulan, ada senggang waktu seminggu hanya untuk panen saja. Di kebun petani tersebut, ada seribu dua ratus tujuh puluh tiga (1.273) batang dengan lahan pertanian melebihi satu hektar.

Uuntuk seribu (1.000) tiang dengan lahan satu hektar membutuhkan pembiayaan atau modal sekitar Rp 150 juta. Tetapi hasilnya pun luar biasa setelah panen panen tiba. Anda bisa bayangkan, Sejak usia delapan bulan Anda tak berhenti memanen sampai usianya menginjak dua puluh tahun (20) tahun. Pada setiap bulannya Anda bisa menghasilkan berton-ton buah naga. sehingga, sabarlah sampai menginjak tahun ketiga.

Hasil panen buah naga dapat dikelompokkan ke dalam empat kelas. Kelas super dikategorikan beratnya melebihi sekitar lima ratus (500) gram. Buah naga ini yang paling mahal dan kalau di kebun dijual dengan harga Rp18.000 per kilogramnya.

Tetapi harga setiap ecerannya mencapai Rp 25.000 per kilogramnya. Bagi kelas A, yang mempunyai beban dengan berat 400-500 gram akan dijual Rp 16.000 per kilogramnya.

Untuk kelas B, yang mempunyai berat 300-400 gram dijual Rp 14.000 per kilogramnya. Sedangkan untuk kelas C, dengan beban berat di bawah tiga ratus (300) gram harga jualnya bisa mencapai  Rp10.000 per kilogramnya.

Banyak sekali hal yang bisa dikembangkan dari hasil buah naga ini. contohnya seperti selai, kerupuk, beraneka kue, semuanya dapat dibuat dari hasil buah naga. Pasti perkebunan semakin terpacu cepat, geliat home industri pun akan semakin meningkat.

Demikian, Tips untuk berwirausaha perkebunan buah naga, dan semoga tips diatas tersebut dapat bermanfaat bagi Anda yang ingin berwirausaha dalam bidang perkebunan buah naga ini.