Tips Merekrut Karyawan di Perusahaan Baru

Tips Merekrut Karyawan di Perusahaan BaruTIPSWIRAUSAHA.COM – Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor yang sangat esensial karena hal inilah yang nantinya akan menggerakkan usaha Anda. Jika Anda merekrut pegawai dalam usaha Anda, maka Anda harus memperhatikan masalah kemampuan dan kepribadiannya.

Sebagai pelaku usaha, Anda tentu harus berani menempatkan diri Anda sebagai pemimpin perusahaan tersebut. Setelah usaha Anda berkembang, Anda jelas membutuhkan lebih banyak karyawan, dan biasanya pengusaha menginginkan karyawan yang sudah berpengalaman di bidangnya. Karena itulah, saat mencari karyawan Anda sebaiknya menulis beberapa kriteria, kemudian setelah itu baru mencari calon karyawan yang memenuhi persyaratan untuk perusahaan baru Anda.

Sebagai gambaran dalam merekrut karyawan untuk perusahaan baru, pada kesempatan kali ini kami akan memberikan tips yang bisa Anda Aplikasikan.

Menentukan posisi

Anda bisa menentukan posisi yang membutuhkan karyawan baru lengkap dengan kualifikasi yang diperlukan, deskripsi pekerjaan, kualifikasi yang diperlukan, serta tugas-tugas yang akan dikerjakan.

Melakukan pertimbangan

Pertimbangkan untuk mengambil tenaga dari perusahaan sebelumnya jika Anda mempunyai lebih dari satu perusahaan. Sebelum Anda memutuskan merekrut karyawan baru, Anda coba pertimbangkan kembali apakah ada karyawan Anda yang bisa dirotasi pada posisi yang kosong.

Bisa jadi dengan penempatan karyawan sesuai dengan minat serta bakatnya akan membuat performa karyawan terdahulu jadi semakin membaik.

Menentukan media untuk info lowongan

Tentukan media apa saja yang akan Anda gunakan untuk mempublikasi info lowongan perusahaan baru Anda. Bisa melalui koran, iklan lowongan di internet, depnaker atau di mading sekolah ataupun kampus. Anda bisa juga menyesuaikan dengan target yang dibutuhkan si pelamar.

Filter calon karyawan

Filter calon pelamar yang sesuai dengan kriteria yang telah Anda tetapkan. Anda tidak perlu mewawancara seluruh calon pelamar yang datang.

Gali informasi calon karyawan

Gali informasi tentang calon karyawan, seperti kegiatannya sehari-hari atau permasalahan yang pernah si calon karyawan  hadapi. Dengan begitu Anda bisa mengetahui pola pikir dan sikapnya dalam menghadapi sebuah kendala.

Tanyakan mengenai posisi pekerjaan

Tanyakan apakah calon karyawan mengerti dan mengetahui gambaran pekerjaan atau posisi yang dia lamar. Dari sini Anda bisa mengetahui rasa ingin tahu calon karyawan melamar di perusahaan Anda.

Tanyakan pengalaman kerja

Tanyakan pengalaman kerja calon karyawan sebelumnya. Dari jawabannya Anda bisa menilai bagaimana calon karyawan menilai pekerjaannya di perusahaan sebelumnya. Anda juga bisa mengetahui bagaimana kinerjanya.

Cari calon karyawan yang sesuai dengan kultur perusahaan

Cari karyawan yang sesuai dengan  kultur atau budaya perusahaan Anda. Contohnya usaha Anda bergerak di bidang jasa konsultan keuangan, maka dari itu Anda perlu mereka yang mempunyai jiwa melayani. Anda tidak perlu merekrut calon karyawan yang mempunyai attitude selain dengan apa yang Anda butuhkan, karena di kemudian hari performanya jadi tidak maksimal.

Jadi bukan hanya kemampuan tapi juga attitude harus disesuaikan dengan kultur perusahaan Anda.

Gunakanlah intuisi Anda.  Apakah Anda bisa mempercayainya atau tidak. Intuisi Anda akan terasah seiring banyaknya calon karyawan yang Anda wawancarai.

Periksa referensi calon karyawan

Anda bisa memeriksa referensi calon karyawan Anda melalui akun sosial media, melalui atasan di perusahaan lamanya, atau melalui temannya.

Mendapatkan karyawan terbaik merupakan tujuan dari setiap rekruitmen. Tetapi sebaik-baiknya karyawan baru, apabila tidak diimbangi dengan adanya pelatihan untuk mengembangkan keahliannya, maka kinerjanya pun tak akan maksimal. Maka sebagai pemilik perusahaan, Anda juga harus menyiapkan pelatihan kepada karyawan Anda.

 (photo: http://precast.org)