Tips Budidaya Ikan Lele

Tips Budidaya Ikan LeleTIPSWIRAUSAHA.COM – Budidaya ikan lele saat ini sangat diminati oleh para peternak, selain mudah dalam pemeliharaan, pasarnya pun kini terus berkembang dengan sangat pesat. Pemerintah juga sudah mulai gencar untuk memberikan dukungan melalui riset benih lele unggul dan kampanye gerakan makan ikan.

Untuk mendapatkan keuntungan maksimal, budidaya ikan lele sebaiknya tidak dilakukan secara sampingan atau sekadar kegiatan subsisten. Anda harus memulai usaha budidaya ikan lele ini sebagai usaha utama.

Ikan lele sanggup hidup dalam kepadatan tebar yang tinggi. Ikan lele juga memiliki rasio pemberian pakan berbanding pertumbuhan daging yang baik. Oleh karena itu, usaha budidaya ikan lele akan memberikan keuntungan lebih apabila dilakukan secara intensif.

Faktor Penting

Cara beternak dan budidaya ikan lele pun tergolong mudah. Walaupun demikian, Anda tetap harus memperhatikan beberapa hal agar bisnis ini berjalan dengan baik.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam budidaya ikan lele:

  1. Ikan lele ini bisa hidup di air dengan suhu antara 20-28 derajat Celsius
  2. Kolam ikan lele ini sebaiknya terjaga dan terhindar dari limbah industri pabrik
  3. Ikan lele juga menyukai perairan yang tenang walaupun keruh dan dengan sedikit kandungan oksigen
  4. Permukaan pada kolam ikan lele ini sebaiknya tidak tertutup

Budidaya Ikan Lele

Siapkanlah lahan yang cukup dan sebaiknya agak jauh dari lingkungan masyarakat karena biasanya kolam lele ini akan sedikit menimbulkan bau yang tidak sedap. Setelah Anda menyiapkan lahan, kemudian keruk lahan tersebut kurang ebih 80 cm, lalu masukkan terpal dan pastikan posisinya sama dengan kerukan tersebut.

Setelah itu, kolam harus dibersihkan dari berbagai penyakit dan biasanya dilakukan pengapuran dengan menggunakan kapur dolomit. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan keasaman tanah dan membasmi berbagai macam bibit penyakit.

Setelah Anda menyiapkan lahan dan dibersihkan, langkah selanjutnya adalah dengan memasukkan air ke dalam kolam, lalu biarkan selama 4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami ikan lele.

Selagi menunggu 4 hari tersebut, Anda bisa memilih indukan ikan lele yang baik untuk budidaya ternak lele Anda. Setetelah 4 hari dan sudah memilih indukan ikan lele yang tepat maka lakukanlah pemijahan.

Pemijahan ini adalah proses perkawinan antara indukan jantan dan betina. Setelah proses pemijahan itu selesai, hal yang perlu Anda lakukan adalah memindahkan benih dari ikan lele, dengan cara mengurangi air pada kolam peminjahan hingga tinggi air sekitar 10-20cm, lalu siapkan tempat untuk penampungan seperti ember yang sudah diisi dengan air dari kolam, lalu samakan suhu pada kedua kolam tersebut. Kemudian pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati dan sebaiknya dilakukan pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.

Pendederan ini adalah suatu proses pembesaran hingga berukuran siap jual yang diantarnya 5-7cm, 7-9cm dan juga 9-12cm dengan harga yang berbeda-beda. Kolam pendederan ini, permukaannya diberi pelindung berupa eceng gondok atau penutup dari plastic untuk menghindari naiknya suhu air yang akan menyebabkan lele menjadi  mudah stress. Untuk hal pemberian pakan ini mulailah lakukan sejak anakan lele tersebut dipindahkan ke kolam pedederan.

Agar mendapatkan ikan lele yang sehat, Anda pelu memperhatikan dalam hal memberi pakannya. Pakan alami untuk benih ikan lele yang berumur 3-4 hari berupa plankton, kutu air dan jentik. Sedangkan pakan untuk anakan lele berumur 3-4 hari bisa diberikan pakan buatan yang memiliki kandungan nutrisinya harus tinggi dan terutama kadar proteinnya.

Nah, selanjutnya Anda tinggal menunggu sekitar 3 bulan agar ikan menjadi cukup besar dan bisa dipanen dan dijual.

(photo: www.bibitikan.net)