Tips Budidaya Buah Belimbing

Tips Budidaya Buah BelimbingTIPSWIRAUSAHA.COM – Untuk melakukan budidaya belimbing dengan rasa yang manis, ada beberapa tahapan yang harus Anda lakukan.

Tahapan-tahapan tersebut meliputi pengolahan tanah, penyiapan bibit, penanaman, pemeliharaan tanaman, pemangkasan cabang, pembungaan dan kerontokan, dan penjarangan buah.

Pengolahan Tanah

Tanah diolah dengan cara dicangkul atau dibajak dengan memakai mesin traktor. Setelah pembajakan dibuat dengan lubang tanam berukuran 60cm x 60cm x 50cm dan berikan jarak antara lubang sekitar 5m x 6m, dan juga buat selokan dari sisa lahan.

Pisahkan tanah galian lapisan atas dengan lapisan bawahnya setebal 25-30cm. Pada setiap lubang diisi pupuk kompos yang sudah matang sebanyak 40kg. Campurkan pupuk dengan tanah lapisan bawah yang berada di pinggir lubang, kemudian biarkan lubang tanam selama 1 hingga 3 minggu.

Penyiapan Bibit

Usahakan penyiapan bibit yang berasal dari varietas unggul. Varietas unggul ini memiliki ciri-ciri seperti: buahnya bermutu tinggi, manis rasanya, produksinya tinggi, mampu beradaptasi di lokasi baru, tahan terhadap stress dan tahan terhadap penyakit.

Penanaman

Melakukan penanaman di lahan terbuka atau kebun dilakukan apabila bibit belimbing tersebut sudah mencapai ketinggian 50-100cm.

Posisi bibit ini haruslah tegak tepat di tengah-tengah lubang, kemudian timbun lubang tanam dengan menggunakan lapisan tanah atas sambil ditekan ke bawah dan miring ke arah akarnya hingga kuat. Hal ini dilakukan agar tanamannya tidak goyang apabila tertiup angin. Dan siramlah tanaman tersebut supaya tidak stress.

Apabila bibit yang ditanam hasil dari sambung pucuk atau okulasi, maka batas sambungannya harus terletak 5-10cm di atas tanah dan jangan sampai tertimbun tanah.

Pemeliharaan Tanaman

Dalam hal pemeliharaan, meliputi penyiraman, pemberantasan gulma, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit. Lakukanlah penyiraman setiap hari, terlebih lagi pada musim kemarau. Intensitas penyiraman bisa dilakukan pagi dan sore hari.

Lakukan proses penyiangan atau pemberantasan gulma dengan menggunakan alat seperti cangkul, garuk kecil, dll. Yang terpenting dalam proses pembuangan benalu atau gulma ini ialah jangan sampai merusak tanaman utama.

Apabila umur tanaman sudah berumur 3 bulan, maka tanaman harus diberi pupuk N, P dan K. pemupukan ini bisa dilakukan 3 bulan sekali dengan dosis yang pas. Dosis untuk pemberian pupuk untuk tanaman yang sudah berumur satu tahun bisa diberikan urea 100gram, SP-36 100gram dan KCl 100gram.

Dosis untuk tanaman yang sudah berumur dua tahun: urea 150gram, SP-36 100gram dan KCl 150gram. Sementara dosis untuk tanaman yang sudah berumur tiga tahun: urea 150gram, SP-36 300gram dan KCl 200gram.

Jika sudah berumur empat tahun, tanaman bisa diberikan urea 200gram, SP-36 400gram dan KCl 300 gram, sedangkan untuk umur di atas empat tahun Anda bisa memberikan urea 75gram, SP-36 150gram. Pemberian Dosis tersebut hanya berlaku untuk masing-masing satu pohon.

Pemangkasan Cabang

Langkah selanjutnya adalah pemangkasan cabang. Pemangkasan cabang ini bertujuan untuk membentuk tanaman agar bercabang banyak, juga agar ia tidak terlalu tinggi menjulang. Kemudian tanaman diremajakan dengan cara membuang tunas-tunasnya yang muncul terlalu rapat, serta ranting yang sakit dan tunas yang lemah.

Pembungaan dan Kerontokan

Tanaman yang sudah berbunga sebaiknya Anda semprot dengan hormone NAA sebanyak 10 hingga 25 mg/liter pada bunga, atau bisa juga dengan menggunakan larutan herbisida sebanyak 2 hingga 10 mg/liter pada bunga, dan hal ini Anda lakukan sebelum bunga tersebut mekar.

Terjadinya kerontokan pada tanaman belimbing ini bisa diakibatkan karena beberapa hal seperti kekeringan, karena hujan lebat, keracunan pupuk atau pestisida, atau bisa juga dikarenakan pemberian pupuk urea secara berlebihan dan tidak adanya bantuan penyerbukan oleh lalat ataupun lebah.

Penjarangan Buah

Langkah selanjutnya adalah penjarangan buah, hal ini bertujuan untuk meningkatkan hasil yang berkualitas seperti ukuran buah yang sama rata.

Caranya, Anda hanya tinggal menyeleksi buah pentil kemudian pilih yang kerdil, bengkok, dan cacat kemudian buang, dan sisakan 2 atau 3 buah. Selanjutnya pentil  yang tersisa tersebut dibungkus dengan daun jati, plastik, ataupun kertas, agar memiliki warna yang seragam dan bersih.

Setelah semua itu Anda lakukan, Anda tinggal menunggu hasil panennya, dan setelah panen Anda bisa menjualnya dengan cara memasarkan lewat para agen buah. Atau Anda bisa bekerja sama dengan pihak supermarket besar atau toko buah yang menyediakan buah segar.